Pamit yah…

Standard

Terima kasih atas kesempatannya dan kesabarannya, mohon maaf untuk semua kekurangan.

Perpisahan itu selalu bikin sedih ya? coba inget-inget lagi deh, gimana rasanya perpisahan sekolah, putus cinta, dann siapa coba yang gak sedih saat harus resign?
Gw lumayan sensitif sama yang namanya perpisahan, gak peduli sebagaimana seringnya gw ngeluh, komplain, marah-marah sama “habitat” yang sudah terlanjur familiar buat gw itu, teteup aja gw selalu sedih saat harus keluar dari “habitat” gw se-gak nyaman apapun tempat itu. Herannya, setelah berkeputusan untuk keluar dari “habitat” tiba-tiba semua jadi tampak bagus, damai dan gak layak untuk ditinggalkan.

Ada yang bilang gw gak punya “Move on” quality, istilah yang aneh😛
Ada yang bilang gw terlalu banyak mikir dan sebagian besar justru untuk masalah yang gak penting-penting amat.Terserah sih mau dimengerti atau enggak buat gw hal kecil itu “sesuatu” dan penting buat gw.

Ngalor ngidul ngalor ngidul… singkat kata setelah mikir cukup lama akhirnya surat resign itu gw kirim.
Semoga untuk yang terbaik buat semuanya. Sekali lagi,

Terima kasih atas kesempatannya dan kesabarannya, mohon maaf untuk semua kekurangan.

Dikirim dengan cinta dan harapan,
Rhesya

About Rhesya

Simple person, with simple Ideas of life… Social media enthusiast, Pro Bhineka Tunggal Ika, Works for www.majalah-historia.com , Actively involved in Lentera Indonesia or @LenteraID on twitter, A Support Group For Rape and Sexual Abuse Survivor. I believe #RapeIsNotAJoke and Indonesia would be better without FPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s