Disfungsional

Standard

Saat seseorang tidak bisa menyampaikan maksud hatinya dengan jelas, hingga menimbulkan kesalahpahaman dan berusaha menutupi akibat dari kesalahpahaman  tersebut dengan sebuah kesalah pahaman baru dan hal tersebut terjadi berulang-ulang sehingga menjadi siklus abadi di dalam kehidupannya dan hal ini terjadi di dalam hubungannya dgn semua individu lain, hal ini bisa dikatakan disfungsional kan?

Saat seseorang  gagal menjelaskan dirinya, menjelaskan keinginannya, maksud hatinya, harapannya sehingga semua hubungan di dalam hidupnya tidak lagi memiliki arti yang `utuh` alias tidak sesuai, antara apa yang terlihat secara kasat mata dengan yang terjadi di dalam hati dan otaknya, tidak nyata, Itu disfungsional kan?

Memilih kehidupan sepi dan sunyi, bukan karena kecintaannya terhadap kesunyian itu sendiri, tetapi demi mencegah kesalah pahaman lain yang sudah mengkorupsi sebagian besar kehidupannya. Menjauhi kenyataan, menjauh dari elemen-elemen penting hidupnya yg diyakini menjadi penting akibat kesalah pahaman.

Hidup dalam ketidak percayaan, ketakutan, keyakinan yang dibuat-buat akan diri sendiri.

Hidup dalam ketersesatan, dan keenggannan  untuk membuka diri

Can anyone with such `qualities` survive  this life?

About Rhesya

Simple person, with simple Ideas of life… Social media enthusiast, Pro Bhineka Tunggal Ika, Works for www.majalah-historia.com , Actively involved in Lentera Indonesia or @LenteraID on twitter, A Support Group For Rape and Sexual Abuse Survivor. I believe #RapeIsNotAJoke and Indonesia would be better without FPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s