Renungan Sahur

Standard

Kali ini saya berikrar, untuk berhenti mengasihani diri, berhenti menjadi lemah, berhenti menjadi dangkal.
Saya Akan berusaha melihat dunia sebagai samudra Luas tak bertepi, berusaha mengarunginya ‘tanpa’ harus kehilangan diri saya lagi.

Percakapan 2 jam dengan seorang sahabat tempo hari menyadarkan saya akan berharganya waktu Dan hidup saya.

Bukan Hanya Isi percakapannya, tapi rasa Empati yang saya rasakan saat itu, rasa sedih seorang sahabat Demi melihat keterpurukan yg saya alami.
Isi percakapan berlabel “Confidential” tersebut membuat saya sadar bahwa hidup terlalu berharga tuk di lewati dgn penyesalan.

Saya berikrar untuk lebih menghargai orang2 yang mencintai saya.
Saya berikrar untuk memberikan yang terbaik dari diri saya bagi mereka yang menyayangi saya.

~~Rhesya~~

About Rhesya

Simple person, with simple Ideas of life… Social media enthusiast, Pro Bhineka Tunggal Ika, Works for www.majalah-historia.com , Actively involved in Lentera Indonesia or @LenteraID on twitter, A Support Group For Rape and Sexual Abuse Survivor. I believe #RapeIsNotAJoke and Indonesia would be better without FPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s