Pagi Yang CèRyàáh…

Standard

Nu spirit today. Bangun tidur ku buka jendela-jendela kamarku , kubiar kan sinar matahari yang sudah beberapa waktu lamanya ku persilahkan hanya mengintip dari sela-sela tirai, menyapaku dengan senyum hangatnya yang kurasa bagai pelukan dari dua tangan besar malaikat. Ku buka semua pintu, kubiarkan udara pagi yang lembab menyapa ruang-ruang kosong dalam rumahku yang selama ini terlihat angkuh dan dingin. Kuingin bercinta lagi dengan alam ….lalalalalalala….halah- halah,…. hihihi sok puitis bgt ya?  Yah kira-kira begitulah metafora kejadian sepagian ini dan cuma dengan cara itu lah gw bisa mendeskripsikan betapa bersemangatnya gw begitu bangun dari tidur  hari ini.

Kurang tidur gw tadi malam karena kenyataan jujur "gak enak"yang harus gw denger, sakit gue yang dah memasuki hari ke-4 dan membuat bobot gw rada berkurang dan secara otomatis turut menurunkan aset-aset kebanggaan gw… LOL  and the last, argumen gw ma nyokap tadi pagi, puncaknya sampe bikin gue dengan terpaksa harus  bilang "aku gak butuh mama lagi"  Semua itu Gak seharusnya bikin gue tambah terpuruk kan ? iiya sy ada guilt feeling tapi…titik, done wÌt Dís Tópic, heheheh nanti juga baikan lagi, namanya juga mama.. di dunia ini kan ga pernah ada istilah mantan mama, kalo mantan pacar ada.. ( hehehehe )

Begitu bangun tidur langsung aja buka-bukain sprei, sarung bantal,sarung  guling, Abis itu nyapu-nyapu kamar, ruang tamu, dapur… Hmmm tiring but feels good loh…UH-HUH…

Oh iya hari ini juga untuk pertama kalinya gue bisa tatap muka sama tukang koran langganan yang notabene dah dengan setianya mengantar koran ke rumah gue for like 3 months… everyday..( sadizzzzzz )
Barusan nyadar aja kalo selama ini gw dah mengisolasi diri gw secara sengaja, brutal dan di luar kaidah-kaidah kemanusiaan yang selama ini gw percaya dan gw anut ( maksuTnyä ? )
Hmm begini ya, sebagaimana manusia lain saat di lahirkan trus mulai bertumbuh dan bergaul kita dah otw menjadi makhluk sosial, dan dalam kasus seorang rhesya, dari mulai mama, papa, oma, opa, om, tante, dan semua orang-orang terdekat gw setuju kalo gw makhluk sosial BGT, hihihi… I was born to socialiaze with others.. and can’t live without it. Mengisolir diri dari lingkungan sekitar, ga aware sama surrounds, Meng-exclusive kan diri kaya yang belakangan ini gue lakuin bener-bener agains all of my natures and beliefs as a social person.

Yes I’ve been betrayed my self and my life at the worst
For sure I’ll make up for this..


~~ Rhesya~~

with love for D world

About Rhesya

Simple person, with simple Ideas of life… Social media enthusiast, Pro Bhineka Tunggal Ika, Works for www.majalah-historia.com , Actively involved in Lentera Indonesia or @LenteraID on twitter, A Support Group For Rape and Sexual Abuse Survivor. I believe #RapeIsNotAJoke and Indonesia would be better without FPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s