Duniakuh











{February 7, 2010}   “Heroes among us”


Stereotype

Bagi orang kebanyakan, kata pahlawan telah mempunyai arti yang demikian superior, suci, tinggi, agung,  dan sangat luar biasa. Sehingga kata tersebut  selalu diidentikkan dengan aksi-aksi  heroik yang mengagumkan, Seperti aksi heroik para pahlawan yang bertempur dalam medan perang, yang hasil perjuangannya, yaitu  kemerdekaan bisa kita nikmati sampai sekarang ini, ataupun kisah seorang anggota pemadam kebakaran yang berhasil menyelamatkan seorang bayi. Kata pahlawan ini, hampir selalu diidentikkan dengan hal-hal luar biasa yang  jauh dari jangkauan kita, Hal yang tidak mungkin kita lakukan karena perubahan jaman seperti memperjuangkan kemerdekaan, (kita tidak sedang berperang kan?)  ataupun karena memang bukan merupakan bidang pekerjaan kita dan kita tidak berkecimpung di dalamnya seperti dalam kasus pemadam kebakaran tadi.

Kita juga mengenal istilah `pahlawan tanpa tanda jasa` , yang secara umum seringkali diidentikkan dengan aksi non-profit ataupun juga dengan profesi-profesi dimana terjadi ketimpangan antara kewajiban dengan upah yang diterima, Secara istilah semua orang menghargai profesi tersebut,  namun dalam praktek secara umum, kegiatan kepahlawanan diam-diam tersebut  jarang sekali mendapatkan apresiasi yang sesuai dengan `jasa`nya tersebut.

Super Heroes

It’s a bird, it’s a plane, it’s Superman taking a plane!

Ungkapan legendaris pembuka serial televisi `Superman` sejak pertama di tayangkan di Amerika pada tahun 1952 yang langsung menobatkan Superman dan kostumnya yang didominasi warna merah biru seperti bendera Amerika sebagai ikon budaya Amerika dan Ikon Super Heroes, Yup Kehadiran Superman di televisi, yang awalnya merupakan tokoh DC comic sejak tahun 1933 menandai lahirnya Era super heroes berkostum.

Sangat menarik, televisi (dalam hal ini, penulis menitik beratkan perhatian pada pertelevisian di amerika serikat) bahkan memiliki dan membuat definisi sendiri  mengenai `pahlawan`, dimana penonton atau  audiensnya seperti dididik untuk mengagungkan kemampuan `super, dan memiliki `ide` yang berbeda mengenai hakikat kepahlawanan., Diawali dengan Era superman dengan Ganknya “Justice League of America”  alias para pahlawan berkostum, yang virusnya sempat mewabah di Indonesia (munculnya Sri Asih Ra Kosasih 1953, Gundala Putera Petir 1969, Nusantara  1974 dll).

Di teruskan dengan munculnya pahlawan-pahlawan ganteng, cantik ,sexy dan mendapat sambutan yang sama baiknya, paradigma mengenai pahlawanpun berubah, saat ini mereka tidak lagi berkostum, mereka hidup ditengah-tengah kita,mereka orang biasa, tua,muda, wanita, laki-laki , dengan karakter yang lebih manusiawi,hal ini menjadi semacam sosialisi nilai baru yang mengandung pesan moral, bahwa siapa saja bisa menjadi pahlawan, dan bahwa di balik kemampuan super yang dimilikinya mereka menanggung beban tanggung jawab yang besar.

“With great power comes great responsibility.”

The Real Heroes

I think of a hero as someone who understands the degree of responsibility that comes with his freedom.Bob Dylan (1941 – )”

Everyone is necessarily the hero of his own life story. John Barth (1930 – )”

Semua manusia dalam kapasitasnya masing-masing , sesuai dengan idealisme, ketertarikan, profesi, tujuan, kebutuhan, tuntutan hidup dan keyakinan mereka, adalah pahlawan bagi dirinya, lingkungannya dan orang lain.Para penjaga pintu kereta api yang ditangannyalah keselamatan para penumpang kereta api bergantung, para sukarelawan yang mengorbankan waktu dan tenaganya untuk menolong korban bencana alam ataupun yang berbagi ilmu tanpa diupah di desa-desa terpencil, para penulis dan juga para pencipta lagu yang kebetulan tulisan serta lagu-lagunya nya telah berhasil menginspirasi orang lain dan memberi motivasi  hidup,para pekerja yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, para pemuda yang berusaha mengisi kemerdekaan dengan menyalurkan, berbagi minat dan bakatnya sehingga berguna bagi orang lain,  para pelajar yang bekerja keras dan berusaha mendapat nilai yang bagus, para orangtua yang selalu berusaha untuk memberikan kehidupan yang lebih baik dari yang mereka miliki untuk anak-anaknya,manusia yang berjuang untuk hidupnya, manusia yang berjuang demi keyakinannya , mereka  semua adalah pahlawan diam-diam dalam versi yang berbeda-beda, mereka ada disekitar kita, dan kita adalah salah satu dari mereka.

Semua manusia adalah pahlawan bagi orang-orang yang mencintainya, dan konsekwensinya adalah semua manusia berkewajiban untuk melakukan yang terbaik bagi orang-orang yang mencintainya.

Note: Bukannya saya tidak menghargai pahlawan yang sudah berjuang demi kemerdekaan, sudah pasti saya sangat menghormati beliau-beliau yang telah berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan yang saya cintai, jasa mereka tidak terhingga. Namun pada kesempatan ini saya ingin berbagi sebuah perspektif mengenai pahlawan-pahlawan lain yang ada di sekitar kita.

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Superman

http://www.internationalhero.co.uk/i/indonesia.htm



{February 5, 2010}   Disfungsional

Saat seseorang tidak bisa menyampaikan maksud hatinya dengan jelas, hingga menimbulkan kesalahpahaman dan berusaha menutupi akibat dari kesalahpahaman  tersebut dengan sebuah kesalah pahaman baru dan hal tersebut terjadi berulang-ulang sehingga menjadi siklus abadi di dalam kehidupannya dan hal ini terjadi di dalam hubungannya dgn semua individu lain, hal ini bisa dikatakan disfungsional kan?

Saat seseorang  gagal menjelaskan dirinya, menjelaskan keinginannya, maksud hatinya, harapannya sehingga semua hubungan di dalam hidupnya tidak lagi memiliki arti yang `utuh` alias tidak sesuai, antara apa yang terlihat secara kasat mata dengan yang terjadi di dalam hati dan otaknya, tidak nyata, Itu disfungsional kan?

Memilih kehidupan sepi dan sunyi, bukan karena kecintaannya terhadap kesunyian itu sendiri, tetapi demi mencegah kesalah pahaman lain yang sudah mengkorupsi sebagian besar kehidupannya. Menjauhi kenyataan, menjauh dari elemen-elemen penting hidupnya yg diyakini menjadi penting akibat kesalah pahaman.

Hidup dalam ketidak percayaan, ketakutan, keyakinan yang dibuat-buat akan diri sendiri.

Hidup dalam ketersesatan, dan keenggannan  untuk membuka diri

Can anyone with such `qualities` survive  this life?



{February 5, 2010}   I’m ruined

It’s confirmed!! saya yakin 100% bahwa melihat ke masa lalu memang memiliki komplikasi dalam pola pikir dan terkadang malah mengacak-acak kebenaran yang shahih menurut kita.

Ada saat dimana tiba-tiba saja  kita merasa jalan yang kita pilih , yang kita percaya benar, menjadi keliru, dan merasa bahwa diri kitalah satu-satunya pihak yang harus di persalahkan atas semua keputusan yang kita buat atas diri kita.

Tiba-tiba semua keyakinan kita runtuh, kepercayaan kita akan diri kita sendiri, menjadikan kita kembar identik dengan `kesalahan`.

I’m at my lowest level of confidence, there’s no explanation of  why and how.. I’m ruined!!!

Feel like a looser…



{January 6, 2010}   Mismanagement

Beberapa hari belakangan ini saya selalu misuh-misuh secara intrapersonal, mempertanyakan keberadaan `Gen disiplin` dalam diri saya, apakah ada atau memang tidak ada sama sekali? . Bukan dalam rangka mendelegasikan kesalahan atau apalah istilahnya, tapi karena merasa disfungsi saking frustrasinya dgn masalah yang berhubungan dgn  kata `disiplin` ini.

Misuh-misuh tersebut sampe ngebikin saya gag nafsu makan, gag nafsu jalan-jalan, gag konsen online, dan gag inget kalo sebentar lagi minggu Final test akan tiba.

Dimulai dari pernyataan sederhana dosen PA saya bahwa saya masih harus menempuh 31 sks wajib termasuk KKP dan skripsi, while in fact sampe semester yang sekarang sebenernya saya sudah menempuh 123 sks, kenapa begini? kenapa begitu?

Cuma satu kata, Mismanagement, yah begitulah istilahnya kalo saya mau legowo dan mengakui kelemahan saya yang paling menonjol di bandingkan kelemahan-kelemahan saya yang lain. si Mis ini bikin saya gag `ngeh` kalo ada kebijakan kurikulum baru di kampus dan malah keenakan ngambil mata kuliah pilihan yang saya suka dengan mengabaikan kan yang  wajib2 *nepok nepok kepala*

Akhirnya, yaaa, sukses!!! saya masih harus menempuh perkuliahan 2 smester lagi… karena kesalahan saya tersebut..

Ah sudahlah, mungkinkah ini takdir? *sekali lagi tanpa bermaksud untuk mendelegasikan kesalahan*

Ah whatever.. *pusing*

Pesen Moral : Masalah diatas ,sesungguhnya adalah masalah yang bisa di hindari, andaikan sang pelaku yg  juga, korban ketidakdisiplinan dirinya sendiri ini, bisa menjadi lebih perhatian, ndak seenak2nya, lebih serius dalam menjalani perkuliahan. *JANGAN DITIRU*



This post is password protected. To view it please enter your password below:




{December 11, 2009}   Teman barukuh.. ^_^

Udah lama ya ndak berbagi cerita tentang kejadian sehari-hari, apalagi belakangan ini saya lumayan sibuk.

Sibuk dengan kegiatan Belajar dan mengajar *hayo membingungkan ya??* hehehe okeh sebelumnya mari disimak dulu penjelasan singkat dari saya.

Sejak awal bulan november saya di perbantukan untuk mengajar di SD Muara 1 teluk naga, tangerang.  Mengajar disini maksudnya mengajar sukarela, dimana saya menjadi asisten Tatjana seorang Bavarian Gal yang ternyata masih memiliki darah Indonesia dari garis ayahnya,  untuk memberi pendidikan bahasa Inggris dasar bagi para guru disana, sekaligus membantu pengajaran bahasa inggris untuk murid-murid disana. Kenapa saya? wong bahasa inggris saya juga ndak bagus-bagus amat ? yo mbooohh.. wong saya cuma dikasih tugas, langsung berangkat dan menetap disana selama 5 hari dalam satu minggu, sementara setelah itu saya tetap harus menjalani perkuliahan saya di akhir minggu.

Yang menarik dari program ini adalah, selama bekerja sama dengan mbak londo jangkung nan cantik nian tersebut kami menjadi sangat dekat, sampai bisa berbicara dari hati kehati, mulai mengenai pekerjaan kami, sampai mengenai permasalahan sehari-hari seperti soal program diet, dan juga soal..  pria *bisik2*

Rasa ragu yang sempat melanda di hari-hari sebelum program ini berjalan, hilang sudah, Kami berdua hanya membutuhkan waktu satu hari untuk saling beradaptasi , sebelum akhirnya bisa menikmati program ini. Mungkin karakter Tati yang ceria, gag jaim, apa adanya, gag munafik merupakan faktor yang memuluskan proses saling mendekatkan diri kita.

Bagi Tatjana kehadiran saya sangat membantunya dalam proses mengajar , dan membantunya untuk mengerti situasi di tempat kita mengajar. Sedangkan bagi saya program ini seperti program homestay gratis, dimana saya mendapat english speaking’s Roommate *yang akhirnya menjadi sahabat saya* tanpa harus membayar sepeserpun.

Saat ini bisa di bilang bahwa we both really hate weekend.. karena weekend buat kami berarti kami harus menjalani kegiatan sendiri-sendiri.

Kabar bagusnya adalah, setelah program ini berakhir, Tatjana akan langsung terbang ke Australia untuk meneruskan studynya dan kami sudah merencanakan untuk berlibur bersama di Bali… semoga ini pertanda bahwa persahabatan saya dan tati bisa bertahan selamanya..

“Orang bijak bilang Good friends are hard to find, tapi kita bisa menemukan satu orang di saat yang tidak terduga”  amien!!!

Yah demikian lah sekilas pandangan tentang teman dan kegiatan baru saya…

Mohon maap untuk updetan yang terkesan asal-asalan ini…

Karena my moto is ”sing penting ngapdet” … *LOL*

~Rhesya~

with love for the world



Those guys before and after you, they’re just come and go like seasons…

With their attitudes, sweet talks, and promises

But you, you’ve always been there, waiting, watching… loving..

You’ve always been the one who complete me, always been the one who fullfil me.

Quietly given me all you can, all you have, the whole you…

I’ve seen alot to know that you will still love me tomorrow

Thank you for being so wonderful.

I love you sooo much, it’s always been you ^_^

me



{September 15, 2009}   Liburan pertama with the boys

Yupzz akhirnya we can make the fun trip. Jalan-jalan ke Yogyakarta only me, Odi Dan Dio my younger brothers.

Hehehe merasa tertampar juga saat mereka sibuk mencari mesjid untuk melakukan sholat sepanjang perjalanan bermobil Dari Karawaci-Yogyakarta yang kita tempuh selama 11 jam.

Dan saat ini saiah sedang menyaksikan salah satu Dari mereka ber i’tikaf smentara menanti makanan sahur Kami.

Adik2kuh smoga Kalian smoga kalian menjadi pribadi yang amanah sampai kalian dewasa kelak, smoga akhlak baik kalian bisa mengetuk hati-hati kmi yang sudah ternoda dan membatu, amien!!



{September 11, 2009}   Buat Temen Lamakuh

Bagi yg punya Hidden Agenda dgn sok2an bersilaturahmi, FYI ga perlu segitunya lah sama dirikuh, Mau pake karya saiah? di persila, asal jgn lupa “Ada Hak saiah dan ada kewajiban sampeyan disitu” win win position ^_^

Piss,

Rhesya



{September 6, 2009}   Colbie bikin menggeliat
Ngedengerin magicnya  Colbie Caillat di pagi buta,bener-bener bikin hati menggeliat-geliat “PENGEN”
Jangan ngeres dulu ya, maksudnya jadi pengen makan coklat.. *loh??!!*
Gag ding, lagunya dalem bgt… jadi pengen ngerasain sudut pandang si penyanyi dlm lagu ituh…
Punya “You” yang sebegitu berartinya di hati *tsahhhh*
Owkeh gag mau memperpanjang kawatir “PENGEN” beneran nantinya =))
ini dy liriknya
Magic
You’ve got magic inside your finger tips
Its leaking out all over my skin
Everytime that i get close to you
Your makin me weak with the way you
Look through those eyes
And all i see is your face
All i need is your touch
Wake me up with your lips
Come at me from up above
Yeaaaa, oh i need you
I remember the way that you move
Your dancin easily through my dreams
Its hittin me harder and harder with all your smiles
You are crazy gentle in the way you kiss
All i see is your face
All i need is your touch
Wake me up with your lips
Come at me from up above
Oh baby i need you
To see me, the way i see you
Lovely, wide awake in
The middle of my dreams
And all i see is your face
All i need is your touch
Wake me up with your lips
Come at me from up above
All i see is your face
All i need is your touch
Wake me up with your lips
Come at me from up above
Yeaaaa, oh oh da da da do do do do do
Yeahhh….


et cetera